Laman

Rabu, 18 Agustus 2010

MASA SILAM


Hembusan angin menyejukan raga
meredam kesal yang memebakar hati
ku tatap senja sore
melepas lelah jiwa
perlahan ku melangkahkan kaki
merenung apa yang terjadi
di masa silam yang tiada arti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar